Kemitraan Global untuk Transformasi Energi: Berbagi Praktik Baik untuk Pengembangan Energi Terbarukan Antara Indonesia-Jerman-Nepal

03-May-2024
Internasional

 

"1ST EXCHANGE OF SOUTH-SOUTH AND TRIANGULAR COOPERATION ON THE DEVELOPMENT OF RENEWABLE ENERGY WITH NEPAL 2024"

 

 

 

 

Senin (29/4), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) bekerja sama dengan the Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melaksanakan program 1st Exchange of South-South and Triangular Cooperation on the Development of Renewable Energy with Nepal di Bali. Melalui kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), Pemerintah Indonesia, Jerman, dan Nepal berkolaborasi guna menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di bidang energi terbarukan. Diselenggarakan hingga Jumat (3/5), kegiatan ini bertujuan untuk berbagi praktik baik dan saling belajar tentang kebijakan energi baru dan terbarukan antara Indonesia dengan Nepal, serta menjadi langkah pertama dalam inisiasi kerja sama antarnegara.

 

 

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Plt. Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional Kementerian Luar Negeri, Tika Wihanasari, menyatakan harapan agar Nepal dapat menjadi mitra Indonesia dalam kerja sama bidang energi di masa depan. Hal ini selaras dengan semangat KSST seperti yang disampaikan oleh Noviyanti, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kemensetneg, “Kami berharap program ini dapat mewadahi pertukaran gagasan, komitmen dan kontribusi antarpihak dalam energi baru terbarukan.” Selain itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) KemenESDM, Eniya Listiani Dewi, menekankan bahwa dengan adanya pemanfaatan energi baru terbarukan yang terintegrasi dapat mengakselerasi penyediaan akses listrik ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Dengan demikian, negara berkembang seperti Indonesia dan Nepal akan mampu mengatasi isu pembangunan seperti daerah 3T.

 

 

Berdurasi selama 5 hari, program ini mengemas sesi klasikal yang memfasilitasi peserta untuk dapat berdiskusi terkait regulasi dan implementasi kebijakan energi di Indonesia, serta sesi non-klasikal yang mengedepankan pengalaman praktis dari kunjungan langsung ke lokasi utilisasi energi terbarukan, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu Kesiman dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kayubihi di Kabupaten Bangli. Metode ini diharapkan mampu memberikan peserta pengetahuan dan pemahaman yang menyeluruh tentang gambaran besar kebijakan energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, dalam rangka memberikan pengalaman terbaik dan berkesan selama berada di Indonesia serta mengenal Indonesia lebih dekat, delegasi Nepal juga diajak untuk menikmati budaya lokal dan kuliner khas Bali.

 

 

 

 

Oleh: Tim Pokja KTSS Biro KTLN Kemensetneg