Interregional Workshop on Enhanced Management of NORM Activities Particularly NORM Residues

19-Jun-2023
Internasional

Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan interregional Workshop on Enhanced Management of NORM Activities Particularly NORM Residues tanggal 19 s.d. 23 Juni 2023 di Yogyakata. Kegiatan workshop yang diikuti oleh 26 peserta dari 22 negara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan residu NORM dan komitmen kerja sama berbagai pihak secara berkelanjutan dengan berbagi pengetahuan, pengalaman dan praktik baik serta mendorong inovasi tentang penanganan NORM dan residunya.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan lokakarya, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, Noviyanti, mengharapkan agar forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran, kolaborasi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan materi kimia yang dekat dengan kehidupan manusia serta potensi bahaya radioaktif yang belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Selain itu, beliau juga meminta supaya dapat memastikan pengelolaan NORM dapat melindungi masyarakat dan lingkungan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Syaiful Bahri. "Kegiatan lokakarya berikut memuat sejumlah penelitian yang dilakukan di berbagai negara dan ditujukan tidak hanya kepada masyarakat saja, namun juga kepada para pemangku kepentingan dan kebijakan". Lebih lanjut, pengelolaan residu NORM, khususnya produksi materi uranium untuk pengembangan teknologi nuklir menjadi salah satu fokus diskusi IAEA guna memastikan keberlangsungan pengembangan teknologi nuklir yang aman, berkelanjutan, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Direktur Pengembangan Kompetensi BRIN Yustiar Gunawan menambahkan diperlukan proses berbagi pengetahuan dan pengalaman oleh para ahli dan peneliti dalam menangani pengelolaan NORM dan residunya. Melalui kegiatan lokakarya berikut, beliau mengharapkan para ahli dapat mengidentifikasi berbagai aspek NORM dan residunya secara komprehensif, strategi apa yang harus diterapkan guna meningkatkan kesadaran manusia akan isu NORM beserta dampak yang dapat ditimbulkan guna masa depan berkelanjutan.

Para ahli dan peneliti yang menjadi peserta dalam lokakarya tersebut menyepakati sejumlah aspek terkait keamanan pengelolaan NORM yang harus diimpelementasikan, misalnya perlunya reviu materi secara berkala, penyusunan inventaris materi, inspeksi, hingga penyusunan umpan balik guna menindaklanjuti sejumlah temuan/permasalahan akibat dari residu NORM di berbagai aspek kehidupan manusia.