Kemensetneg, BKKBN, dan UNFPA Bekerja Sama dalam Penyelenggaraan Pelatihan Internasional Tentang Perencanaan Keluarga

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan United Nations Population Fund (UNFPA) menyelenggarakan pelatihan internasional bertajuk "International Training on Right-Based Family Planning" dalam rangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Pelatihan internasional yang diselenggarakan pada tanggal 11 September s.d. 3 Oktober 2019 bertempat di Yogyakarta. Selain itu, pelatihan ini turut berkolaborasi dengan Center of Excellence, Universitas Gadjah Mada.

Pelatihan internasional ini dihadiri oleh 9 (sembilan) peserta dari berbagai negara, yaitu Mesir, Indonesia, Laos PDR, Pakistan, dan Sri Lanka. Pelatihan ini dibuka oleh sambutan dari Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Nanik Purwanti; Pakar Kesehatan Reproduksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Prof. Siswanto Agus Wilopo; National Programme Officer for Advocacy UNFPA, Samidjo; serta Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Rizal Damanik.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan perwujudan komitmen Pemerintah Indonesia untuk berbagi pengetahuan mengenai perencanaan keluarga yang berbasis hak sekaligus meningkatkan kerja sama antarnegara melalui skema KSST. "Saya berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan (bagi peserta) dalam memberikan perencanaan keluarga yang berkualitas tinggi ketika peserta pelatihan kembali ke negara masing-masing", kata Nanik Purwanti.

Selanjutnya, perwakilan UNFPA menyampaikan urgensi dari pelatihan ini untuk menghadapi tantangan global terhadap program perencanaan keluarga berbasis hak seperti sulitnya akses kontrasepsi, serta praktik sunat terhadap perempuan tanpa alasan medis. Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN mengungkapkan "Pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan pendekatan perencanaan keluarga berbasis hak yang telah dikembangkan oleh UNFPA. Selanjutnya, pelatihan ini juga akan diikuti oleh monitoring untuk menilai manfaat yang telah diterima peserta setelah menjalani pelatihan."

Para peserta akan belajar mengenai pelayanan perencanaan keluarga berdasarkan aspek kultural dan pendidikan, konseling keluarga berencana, dan berbagai jenis alat kontrasepsi melalui pembelajaran dalam kelas dan praktik di RSUP Sardjito.

Melalui kemitraan dalam kerangka KSST, Kemensetneg juga mengharapkan hubungan antarnegara menjadi semakin solid dan kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara sahabat menjadi lebih kuat guna menuju kemandirian bersama dan mempercepat pembangunan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah global. KSST juga menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk belajar pengalaman pembangunan dari negara lain.

Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Top