Bersama Mencapai Akses Pelayanan Keluarga Berencana Lebih Baik: Pemerintah Indonesia dan UNFPA Menyelenggarakan Pelatihan Keluarga Berencana untuk Afghanistan

(18/3/19) Sebagai bentuk pelaksanaan komitmen Pemerintah Indonesia dalam Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KTSST), Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan United Nation Population Fund (UNFPA) menyelenggarakan Pelatihan Keluarga Berencana (KB) International (International Comprehensive Right-Based Family Planning Training) pada tanggal 18 s.d. 29 Maret 2019 di Yogyakarta. Pelatihan ini merupakan pelatihan bagi para praktisi keluarga berencana untuk meningkatkan keahlian mereka dalam memberikan pelayanan KB. Diharapkan dengan terselenggaranya pelatihan ini, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ketimpangan akses pada pelayanan KB di negara-negara berkembang terutama yang diakibatkan oleh kurangnya keahlian dari para praktisi keluarga berencana.

Acara pembukaan pelatihan dilaksanakan di Artotel Hotel Yogyakarta, Senin, 18 Maret 2019 oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Periode 2016-2021, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., PhD., SpOG(K) dengan dihadiri perwakilan dari Biro KTLN Kemensetneg, Pusat Pelatihan dan Kerja Sama Internasional (PULIN) BKKBN, Direktorat Bina Kesertaan Keluarga Berencana Jalur Swasta BKKBN, BKKBN Provinsi DIY, RS Dr. Sardjito dan RS UGM.

Berbeda dari tahun lalu yang mendatangkan peserta dari beberapa negara seperti Bangladesh, Papua Nugini, Timor Leste, dan Ghana dengan total peserta 14 orang, peserta pelatihan kali ini hanya datang dari satu negara, yakni Afghanistan dengan jumlah peserta 5 orang sesuai dengan permohonan Pemerintah Afghanistan melalui perwakilan dari UNFPA Afghanistan di awal tahun 2019. Pelatihan ini merupakan tailor made training dengan kurikulum yang disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Afghanistan. Selama pelatihan berlangsung, selain mendapatkan materi in-class, para peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa tempat yang mendukung pelaksanaan KB.

Dalam pidato sambutannya, Prof. Ova memandang kegiatan ini sebagai kesempatan baik bagi kedua negara yang memiliki harapan yang sama terhadap peningkatan kualitas pengembangan pelayanan keluarga berencana. Menurutnya, baik Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama melihat pentingnya meningkatkan akses pelayanan keluarga berencana yang baik, dan oleh karena itu, dibutuhkan praktisi keluarga berencana yang ahli dalam menyediakan berbagai jenis pelayanan keluarga berencana. Ghutai Sadeq Yaqubi selaku Team Leader menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah sigap dalam menjawab kebutuhan dari Pemerintah Afghanistan dalam waktu yang relatif singkat.

Kementerian Sekretariat Negara dhi. Biro KTLN sebagai salah satu koordinator pelatihan berharap agar kolaborasi antarpihak ke depannya terus terjalin untuk mendukung peningkatan people to people contact. Selain itu, melalui pelaksanaan pelatihan-pelatihan di bawah kerangka KSST ini diharapkan juga dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dengan negara peserta pelatihan.

Keluarga Berencana merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencapai tujuan pembangunan suatu negara, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak, HIV/AIDS, pendidikan, dan penyediaan layanan sosial. Berangkat dari hal ini, Pemerintah Indonesia berharap para peserta yang mengikuti pelatihan ini memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan di negara asal.

Top